Menanamkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan dapat dipupuk sejak dini melalui kegiatan sukarela di lingkungan sekolah. Kesadaran untuk saling berbagi jiwa dan kesehatan merupakan modal penting dalam membentuk karakter siswa yang berempati tinggi. Pelaksanaan Donor Darah Jetis menghadirkan kegiatan pengambilan darah sukarela yang diprakarsai oleh pengurus Palang Merah Remaja bekerja sama dengan UTD PMI daerah. Kegiatan kemanusiaan ini ditujukan bagi para guru, staf sekolah, siswa yang telah cukup umur, serta warga di sekitar lingkungan sekolah.
Persiapan acara dilakukan secara mandiri oleh para anggota PMR sekolah, mulai dari penyebaran informasi, penataan ruang donor, hingga pendaftaran calon pendonor. Dalam giat Donor Darah Jetis, para siswa anggota PMR bertugas membantu petugas kesehatan dalam melakukan penimbangan berat badan, pengisian formulir medis, serta pembagian makanan penambah nutrisi bagi pendonor. Keterlibatan langsung ini memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar dalam mengelola kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat secara nyata.
Para calon pendonor harus melewati tahapan pemeriksaan kesehatan ketat seperti pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kadar hemoglobin oleh tim dokter PMI. Melalui program Donor Darah Jetis, banyak siswa usia 17 tahun yang memberanikan diri untuk pertama kalinya mendonorkan darah mereka demi misi kemanusiaan. Rasa gugup yang sempat dirasakan para siswa seketika sirna dan berganti menjadi rasa bangga saat melihat kantong darah mereka berhasil terisi penuh untuk disumbangkan kepada pasien yang membutuhkan.
Puluhan kantong darah berhasil dikumpulkan dari kegiatan ini untuk selanjutnya diserahkan ke Bank Darah PMI guna menyokong kebutuhan medis rumah sakit setempat. Pihak PMI memberikan apresiasi tinggi atas keaktifan dan kedisiplinan para pengurus PMR sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah yang tertata rapi. Orang tua murid dan warga sekitar juga menyambut positif kesempatan untuk berpartisipasi dalam aksi sosial yang diselenggarakan di area sekolah ini.
Kegiatan aksi sosial kemanusiaan ini diharapkan dapat terus dijadikan agenda rutin semesteran di lingkungan sekolah. Pembentukan karakter yang peduli dan suka menolong sesama merupakan bagian integral dari tujuan pendidikan nasional yang utuh. Melalui sumbangan darah sukarela ini, para pelajar belajar secara nyata tentang arti pengorbanan, kepedulian sosial, dan kebahagiaan saat mampu menyelamatkan jiwa sesama manusia yang sedang membutuhkan pertolongan.